sebuah pengalaman bermain yang bundar-bundar…
Bukan, bukan..Judul di atas bukan bermaksud memaksa para pembaca sekalian buat berpikiran yang iya-iya (”tidak-tidak” maksudnya - red). Kata kontroversial “bundar-bundar” tersebut merupakan analogi sederhana dan konotatif dari “bola futsal” (iya, gua juga heran kenapa gua bisa bikin bahasa keren kaya gitu).
Alkisah, kemarin malam, 6 Desember 2006, diadakan sebuah pertandingan final kompetisi futsal di kampus gua antara tim IT, yang lebih dikenal dengan julukan mojlenk, melawan anak2 vietnam. Dengan dua buah gawang made in pekerja2 konstruksi sebelah asrama, terbuat dari bambu, kita bermain dengan hasrat yang tinggi, tendang sana tendang sini, tekel sana tekel sini, gocek sana gocek sini, gesut sana gesut sini. Upsss!!!
Babak pertama, masih berjalan baik2 saja, skor 3-1, untuk vietnam. Babak kedua, pertandingan memanas. Bukan, bukan karena ada oknum mahasiswa yang membakar kampus saat itu, tapi karena pertandingannya semakin seru. Skor berubah jadi 3-3. Di babak kedua, 2 orang sudah menunjukkan gelagat cedera…si wisnu keram, demikian juga bram…
huff..tinggal saya tulang punggung tim ini. Inikah saatnya gw menunjukkan kemampuan gw yang seperti seorang ibrahimovic?inikah saatnya gw menunjukkan ketampanan gw?(kalo mau muntah, muntah aja, gw udah duluan-red)..Sayang sekali, skor tetap sama sampe extra time. Di extra time babak pertama, skor jadi 4-3 buat vietnam. Dan, disaat itulah kejadian mengagumkan terjadi. kaki wisnu keram +engkel, bram keram, gua keram dua2nya, si kindy pake acara jatuh dan dagunya harus dijahit 35 jahitan(bener ga ya?-red).intinya, dari 7 pemain, tersisa 3 yang masih sehat..ck..ck..ck..permainan dilanjutkan dengan menambah pemain cadangan laen.skor jadi 4-4 di saat2 akhir. Dan …adu penalti…
di adu pinalti ini, kita emang ditakdirkan untuk belum menang kali ya…kalah euy!
walaupun kalah, setidaknya ada makna dari pertandingan semalem..jangan pernah lupa minum susu sebelum main futsal (iyah!gua juga tahu gak nyambung!)…cao!