Archive for July, 2007

ding..ding..ding..ding..pintu teater 1 susah dibuka…

Monday, July 23rd, 2007

Pernahkah terbayang dibenak loe semua situasi kaya gini:
Loe lagi libur kenaikan tingkat, dari bulan juni, sampe akhir september (benar2 cara yang efektif buat bi kin seorang mahasiswa kaya gua untuk kehilangan otak gua yang udah tinggal 1/3 dari lahir.hya!).
Ketika u mengharapkan bisa menikmati liburan u dengan tenang dirumah, berkumpul bersama keluarga, u dapet berita bagus (pake majas ironi-red): “Papi sama mami mau pulang ke Purworejo naek bis, kurang lebih 1 minggu”. Oh!Wuoh! Bagaikan seorang Bret Pit minum extravaganza, eh salah, extrajoss maksudnya, gua dengan gagahnya sendirian dirumah, seminggu, bersama kecoa2 yang tersebar dengan sempurna di segala penjuru rumah gua…

Dan tibalah waktu yang ditentukan. Nyokap dan bokap melangkah pasti. Tanpa ragu. Tanpa menengok ke belakang. Ke anaknya yang udah nganterin mereka, duduk di mobil, muter balik dari pool bis buat pulang ke rumah dengan otak dipenuhin pikiran betapa kesepiannya dia di rumah. Huiks..
Busway (eniwei-red), ternyata kesepian gua itu hanya bayangan semata, man. Pucuk dicinta apa daya tangan tak sampai (iyeh, gua juga tau ini gak nyambung). Disaat gua lagi kesepian, temen2 gua berkumpul. Memang, tak ada yang lebih indah dari makan pisang molen Karlina (yang dibeliin nyokap gua di pasar deket rumah) sambil nonton b*k*p. Kagak, yang ini salah kok. Memang, tak ada yang lebih indah dari reunian bareng temen2 esempe dulu.

Petualangan dimulai dari saat 3 orang cowok luar biasa (gak normal-red) merencanakan buat nonton hari poter and the order of keripiks. Rencana sudah disusun jauh2 hari setelah kita menjenguk satu orang makhluk berjenis kelamin betina (salah satu temen kita juga-red) yang tergeletak, terbaring, pasrah, tak berdaya (uoh!) di rumah sakit karena diserempet sebuah mobil ketika ia sedang naek motor. 4 hari setelah pelm yang dimaksud terbit, kita mewujudkan rencana. Rombongan terdiri dari 1 orang cowok sok mirip Co Yun Fat yang kalo ketawa ditahan2, 1 orang cowok yang mirip Daniel Radcliff (kalo diliat dari patung selamat datang pake sedotan akua gelas), 1 orang cewek yang di hari libur pun masih sibuk ngurusin buka2an rumah (open house-red), 1 orang cewek yang berjalan masih terpincang2 (dia-yang-baru-saja-kecelakaan), dan 1 orang cowok keren, tinggi, ganteng, ramah, baik, bijaksana (baca:gue).

Dengan menumpang sebuah kendaraan berplat B 2505 NH (mobil gue-red), dengan mantabh kita melaju di atas jalanan cengkareng, menuju sebuah mall terkenal di daerah kita: PIM. Bukan, bukan PIM yang itu. Ini Puri Indah Mall. Disingkat PIM. Huee…

Rasa kuatir sudah mengancam sebenarnya. Kita takut gak dapet tiket. Apalagi seorang dari kita mengompor2i kalo dia pernah mengalami kejadian serupa: ngantri dari jam 10, dapet tiket jam 3. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi dubur, kita tetap berjalan. Sambil melantunkan doa Novena, sambil bersorak2 bernyanyi lagu2 Gereja, jalanan kita lalui.

Sesampainya kita di parkiran, satu kalimat buat temen gua yang sebelumnya memprediksi hal buruk yang akan terjadi : “Gila, prediksi u hebat banget, Man, 100% akurat”. Perlu kalian ketahui, gua adalah pencinta sekte yang mengagungkan majas ironi. Intinya: tuh mall sepi banget, Man!!!Jangan kan ngantri, ktia malah masih sempet bantuin mas2 di 21 buat ngepel, nyalain lampu, sama bukain pintu!Iya, gua tau ini boong kok.
Sebelum nonton, kita pergi ke Hero. Hmm..Jangan Tanya gua kenapa dinamain gitu. Apa karena para pahlawan kita jaman dulu menitiskan diri jadi dirutnya swalayan itu? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu. ^_^!
Kita berencana beli snake, salah, snack, terus dimasukin ke tas temen gua yang cewek. Secara tas dia udah kaya tas plastic yang dikasih mbak2 yang jagain toko kalo lo mau belanja baju (gede banget-red). Alex ngambil sebungkus kacang dengan sebotol minuman. Bandai mengambil sebungkus snack, 2 bungkus biscuit, dan sekaleng pocari. Lita mengambil sebungkus snack, sebotol air mineral, dan sebungkus mentos. Suwanny mengambil snack2 yang logikanya cukup kecil buat dimasukkan ke dalam tasnya. Dan gua, mengambil sebungkus piatos sapi panggang, sebungkus piatos rasa barbeque, sebotol green tea, sebungkus chitato, sebungkus chitos, dan sebungkus sutra. Ups, yang terakhir gak kok! Gua Cuma beli dua bungkus piatos dan sebotol green tea. Semua belanjaan kita bakal dimasukin ke kantong, sori, ke tas nya suwanny. Kita antri di kasir. Kita bayar. Kita melangkah sedikit. Kita berkumpul, dan berusaha memasukkan semuanya ke tasnya suwanny. Beberapa menit kemudian suwanny berkata, dengan tegas, penuh gairah: “Lo semua idiot!”. Dan, tali tasnya putus. Sekali lagi, tali tas nya putus. Lagi, biar seru, tali tasnya putus. Hhh…

Akhirnya sampailah kita di dalem bioskop. Gelap, penuh kursi. Di dalam bioskop itu, gua belajar bahasa inggris dengan efektif. Di situ gua dipaksa membuang jauh2 paradigma gua yang telah gua ukir dari SD tentang arti dari Coming soon = segera datang/tiba, menjadi coming soon = segera di bioskop ini. Aneh…
Gak ada yang terlalu menarik pas nonton, hanya ada suara kresek2 suara bungkus snack kita, sandal handaya yang kelempar ke bawah kursi didepannya (gua tendang-red), pertanyaan2 bodoh dari gua tentang tokoh2 di pelm yang disambut teriakan “Sst” ato “berisik” dari suwanny dan lita, dan suara kentut Alex dan Handaya yang bersamaan saat klimaks.

Selesai nonton kita makan. Gua ngasih opsi: Platinum. Bandai milih A&W, Suwanny dan Lita bilang: KFC. Gua bilang, “Jangan KFC”. Akhirnya kita muter2. Handaya tetap beli root beer di A&W, alex jalan sama gua nyari resto lewat jalur kiri. Lita dan suwanny lewat jalur kanan. Gua sama Alex sampe ke tengah. Lita dan Suwanny sampe ke tengah. Mereka jalan kejalur kiri. Gua sama Alex balik lagi ke jalur kiri. Kita stop. Di depan terpampang: KFC. Gua bilang: “Indah sekali jalan2 gua hari ini…”

Nyanyian di Atas Teras

Wednesday, July 4th, 2007

Aku selalu berbaring di teras itu
Memandangi beludru hitam

Angin masih berhembus dari Woyla
Meniup seribu satu sendu
Seribu satu bintang

Aku selalu berbaring di teras itu
Mendengar dongeng-dongeng hangat
tentang kisah cinderella dan pangeran

Angin sudah berhenti
Tapi mendung masih menggelayut
Dan beludru tetap hitam

ffiuuhh…satu lagi koleksi puisi gw…:)