rasa sendiri itu mendekatkan kita padaNya

?Totus tuus ego sum. Kalimat ini gw kenal pertama kali pas buku yang judulnya "Paus Benediktus XVI". Kalimat itu ternyata adalah motto hidupnya Paus Yohanes Paulus II. Dari buku itu, gw belajar kalo untuk pelayan Tuhan yang satu itu, kata2 seperti ‘dahsyat’ dan ‘luar biasa’ tidak cukup untuk mengungkapkan sosok dan pribadinya. Dia bener2 orang yang memegang motto itu sepanjang hidupnya. Ya, "segala diriku untuMu".

Selama beberapa hari kemudian, kata2 itu terngiang2 di benak gw. Totus tuus ego sum. Segala diriku untukMu. Lantas, gua pake kata2 itu, untuk wallpaper desktop gw, welcoming speech di hp, dll. Kenapa? Karena kata2 itu kedengeran keren. That’s all.

However…

In this last 4 days. Just in that short time.

Everything is changed.

Gua lagi sibuk2nya ngurusin persiapan buat misa mudika paroki Cikarang. Everything was going smoothly, until some problems came to me, and really take most of my mind. Masalah2 itu datang tiba2, gak gua sangka2, dan i don’t even know how to solve it! Ngadepin masalah2 itu, gua gak punya siapa2 buat cerita, just like always. So, again, I feel lonely. Di situasi dan kondisi inilah, satu2nya hal yang bantu gw ngelupain masalah2 itu adalah kesibukan2 gw nyiapin misa OMK di gereja. Dari bangun pagi, pulang kuliah, kadang sampe pagi, waktu gua tersita buat persiapan2 itu, ditambah tugas2 kuliah yang gak bisa ditinggalin. Dan menakjubkannya, I feel peace in my heart. I then realize that what I am doing now, is totally for Him, as well as I realize, a thing that I have forgot for a long time: "His love is neverlasting"…

Mungkin ini baru sebuah awal…

mungkin ini adalah sebuah titik balik…

mungkin "totus tuus ego sum" will always be DONE

until the last of my breath…

and the last of my day…

Leave a Reply