Siluet Pesta di Atas Cakrawala

Datangkah denting-denting kehampaan menyapa
Lalu berlarian menyapu setiap cumulunimbus yang terpana
Menyingkirku lalu sepi

Tak terhitung jejak pengembaraan
Tak satu jua tiba

Halo!
Vena masih mengalirkan darah segar dari jantung ke seluruh arteri
Dan setetes keluar
Dan dua tetes keluar
Menyeruak ke dalam tetanahan gersang

Inikah analogi dan pedagogis klimaks dari serpihan-serpihan kotoran yang tak terhapus
dan ditebus oleh peluh-peluh yang melumuri inci demi inci pasak biadab!

Bebauan masih menyebar dari Woyla
Memicu stimulus kompleks memasuki setiap bagian adrenalin

Hari itu masih sangat sore
Jejak-jejak masih terlihat
Bayang-bayang memudar
Sepi ada
Cakrawala di atas pesta
Tempatku berjalan…

Ah, bintang timur menuntunku
Malam ini gelap tak tampak

Johanes Berchman Sigit Noviandi
Untuk seorang yang hilang, dan muncul tak tiba-tiba

One Response to “Siluet Pesta di Atas Cakrawala”

  1. a-udrt Says:

    ini?

Leave a Reply