Archive for April, 2008

UU ITE Ga Ada Hubungannya

Saturday, April 19th, 2008

Hai2!! Jumpa lagi bersama saya, di acara…(halah). Cukup. Ok,
emang beberapa hari belakangan ini gw (sok) sibuk banget. Kerjaan numpuk.
Proyek gak kelar2. Flash lah. Web lah. Proposal lah. Nyapu ini lah. Ngepel itu
lah. Gesut sini, gesut sana. Ngahahahaha. Yang terakhir tentu tidak benar,
saudara-saudara. Ya, tidak benar.

Hari ini adek gw plg buat ambil barang2 keperluan dia buat
naek gunung. Begitu tau dia mo naek gunung bareng sama temen2 sekolaan dia,
nyokap gw langsung bilang, “Hah? Ke gunung?! Musim ujan gini! Kamu ga takut?!
Entar kalo longsor gimana? Kalo ada setan, terus kamu ilang?!” Iya, nyokap
memang rada2  (rada2?) khawatiran gitu.
Contohnya, barusan jam 6.30 malem, pas adek gw blg kalo dia balik ke asrama
naek bis dan nolak buat dianterin sama bokap, nyokap lgsung bilang, “Hah?
Kenapa ga mau dianterin?! Malem2 gini! Gimana kalo nanti diculik?!” Sungguh
seorang nyokap yang perhatian dan cinta sama anak2nya…

Tapi adek gw itu emang bertolak belakang sama gw. Dia bawa
barang2 banyak. Stok makanan buat di gunung, baju2, ransel, senter, hape,
kolor, kacamata, dan lain2.  Dengan
kondisi yang begitu memprihatinkan, dia dengan semangat bergelora, tegas, dan
penuh keberanian bilang, “Pulang naek bis aja.” Buset…Pernah sekali gw
mengalami kejadian serupa. Gua bawa barang2 banyak. Tissue dan baju yang
melekat di badan. Dengan kondisi yang sangat mengenaskan ini, gw dengan
semangat 45, tanpa rasa takut, dan muka penuh keyakinan bilang, “Mi, anterin…”
Ya, sungguh 2 saudara kembar yang identik…

Eniwei, besok gw ada seminar di Gedung Shekinah. Oh, bukan.
Gedung Shekinah bukan semacam  Gedung
Sate di Bandung yang merupakan tempat jualan sate (Iya kan? Gedung Sate tempat
berkumpulnya tukang sate dari seantero Indonesia kan?!). Gedung Shekinah adalah
gedungnya Shekinah, kelompok kategorial di KAJ. Janjian sama Bang Jonner di
halte busway harmoni jam 9.30. Yang ga tau Bang Jonner, liat di sini. Ga tau gw
bisa bangun ga.

Lanjut ke laporan berikutnya, anak2 di PU pada final exam
mulai senen besok, which means that ini saatnya gw beraksi gangguin mereka yang
lagi ujian. Huehuehue. *devil smile. Ngomong2 soal ujian, ada sebuah kejadian
gila yang dilakukan gw sama temen2 serumah pas lagi 1st year.  Jadi waktu itu kita lagi mid exam. Besoknya
ujian Calculus I, yang notabencong dosennya adalah seorang baik hati yang kalo
exam, pasti soalnya mirip2 sama review yang dia kasih. And you know what we did,
guys? Kita foto2an. Iya, foto2an. Dengan narsis2an kita foto2an karena
kebetulan si gendut (baca: beruang kutub a.k.a bandot a.k.a beri), lagi minjem
kamera nya salah seorang temen kita. Kita bener2 meremehkan ujian tersebut
saudara2. Benar2 meremehkan. Besoknya, ujian tiba. Dengan pede kita masuk ke
tempat ujian. Setelah kurang lebih 2 jam, kita dengan pede keluar. Semua
berjalan lancer, saudara2. Everything was ok. Sampe saat hasil dibagikan,
ternyata aksi permainan bergaya-bak-jadi-foto-model-ga-kesampean itu menelan
korban. Ya, sapa lagi yang paling enak dijadikan korban kalo bukan bandot…Si
gendut itu failed. Failed! Reaksi kita saat itu: prihatin. Empati. Simpati.
Kartu Halo. XL, dll. Reaksi kita sekarang kalo denger cerita itu: NGAHAHAHAHAHAHAHAHA..!!!
Ketawa2 guling2an kaya cacing kepanasan lagi senggama…

Bisnis Sukses, Duit Ngalir, Gak Pake Modal!

Saturday, April 5th, 2008

Kemaren pagi gw ke Cikarang, ngurusin sesuatu buat
internship gw. Kejadian seru terjadi pada malam hari, ketika gw dan beberapa
teman gw, Kindy, Peng Chung (yang bermarga Ko), dan Irene. Seperti biasa, nama
asli disamarkan. Ada suatu momen di mana obrolan kita sampe kepada topic
tentang Mulan Jameela dan lagunya, Makhluk Tuhan Paling Seksi. Gw berpendapat
kalo itu lagu rada2 mesum dan mengundang birahi banget. Apalagi pas lirik “ooh,
ooh, ooh, ih, ih…”. C’mon man! That’s freakin’ crazy! Si Ko Peng Chung yang
ahli silit, eh maaf, silat maksudnya, berkomentar tentang aransemennya, “Tapi
si Ahmad Dhani emang bagus ya musikalitas sama aransemennya.” Kita serentak
menyetujui. Kemudian, dengan pede, tanpa perasaan berdosa, berdedikasi tinggi,
dan tampang mirip engko2 yg udah ga boker 3 bulan, dia kentut. Oh, gak ding.
Dia bilang, “Tapi sayang men, dia itu OTODIDAK.” Kita terperangah. Kenapa
omongan dia tiba2 ga nyambung gitu. Tapi karena emang gw piker dia bener2
berkamsud menggunakan kata itu, gw dan Kindy menimpali, “Iya, emang.” Yang
lebih aneh lagi, dia nerusin, “Iya. Liat aja, tokoh idolanya, Bung Karno,
terus, siapa itu pemimpin Nazi?”. Kita terperangah. Lagi. Gw sama Kindy
liat2an. Bingung. Irene angkat HP, berusaha hubungin rumah sakit jiwa terdekat.
Oh, Ko Peng Chung, makan ginseng apakah dikau sampe omonganmu ngalor ngidul
gini? Terus gw Tanya, “Men, hubungannya otodidak sama Bung Karno ama Hitler
apaan men?”. Dia jawab, lagi2 tanpa rasa berdosa, “Oh, kamsud gw OTORITER.” Gw
liat Kindy. Kindy liat gw. Kita ngakak. Hampir dia kita kepet, saking gemesnya.
Tapi karena di situ ada 1 orang cewek, kita urungkan niat kita. Yah, beruntung
namanya bisa masuk di blog gw karena kejadian soblog dia itu.

Bisa dikira2 yg mana yg bernama Ko Peng Chung

Ber4_1

Busway, gw barusan liat acara di O’Channel, “Business Art
with Mario Teguh”. Salam super. Sungguh super sekali, teman2 Jakarta yang super
(menirukan gayanya dia). Dari situ gw dapet beberapa inspirasi ilmu. Misalnya,
kenapa alasan orang yg sukses di daerah, ga bisa mengembangkan usahanya ke
skala nasional. Ato mengapa orang yang
mau sukses, harus mengambil inisiatif. Ato mengapa kucing berkaki empat, monyet
berbulu, dan Ko Peng Chung bernama Ko Peng Chung. (Memang kejam apa yang sebuah
fitnah bisa lakukan…hehehe). Dari situ gw jadi teringat sama postingan salah
satu temen gw di milis anak2 PU angkatan gw, Bung Roy. Bukan. Bukan Roy S, tapi
Roy OB(baca: royop). Dia pernah post beberapa bidang pekerjaan baru yang
potensial buat digali sama masyarakat, di kota2 besar khususnya. Gaji gede,
tanpa modal. Check it out!

 

TUKANG PARKIR

Modal : Nol, yang penting berani malu dan tahu lokasi starategis.
Penghasilan :
Jika diasumsi bahwa :
1.. Parkir mobil : Rp 1,000 / mobil / jam
2.. Parkir motor : Rp 500 / motor/ jam
Maka jika diasumsikan Anda bekerja 8 jam sehari di mana tempat parkir
Anda dapat memuat 20 mobil atau 40 motor, maka Anda akan memperoleh :
8 jam x 20 mobil x Rp 1,000 = Rp 160,000 / hari.
Jika Anda bekerja 26 hari perbulan, maka penghasilan Anda menjadi Rp
160.000 x 26 hari = Rp 4,160.000 / bulan (bebas pajak).

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Jam kerja tidak mengikat
3.. Masih bisa mengerjakan pekerjaan sambilan (jualan rokok di warung)
4.. Tingkat stress rendah
5.. Tidak beresiko. Kalau pun ada (klaim, tuntutan karena kendaraaan
yang diparkir hilang / rusak), tinggal lari saja.

 

PENGAMEN

Modal : gitar, kencrengan, atau nol sama sekali. Yang penting berani
malu.

Penghasilan :
Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil
angkot mungkin bisa lebih besar. Jika diansumsikan tempat yang dituju
adalah lampu merah dengan durasi 2 menit, dan pendapatan Rp 300 / angkot,
dan bekerja 8 jam, maka :
8 jam x (60 /2 menit) x Rp 300 = Rp 72.000 / hari.
Jika bekerja 26 hari perbulan, maka pemasukan minimum yang diperoleh
adalah : Rp 72.000 x 26 hari = Rp 1.872.000.

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.
4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
5.. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen di
tengah jalan ramai.
6.. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat
menyambangi 2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.

 

TUKANG BERSIH-BERSIH KACA MOBIL

Modal : kain rombeng, pembersih bulu ayam, busa dan sabun detergen
Penghasilan :
Nyaris sama dengan pengamen, malah dapat 3-4 kali lipat, karena dalam
1 durasi lampu lalu lintas, dapat menyambangi 5-10 mobil sekaligus,
tergantung kegesitan kerja.

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat.
3.. Tidak butuh keahlian. Yang penting kerja cepat saja.
4.. Hasil kerja bukan tujuan akhir.
5.. Tingkat stress tidak ada.

PENGEMIS

Modal : baju kusut, dekil, dan tidak mandi seminggu. Dan yang terutama :
berani malu!

Penghasilan :
Tergantung kemampuan menarik hati orang. Semakin memelas, maka
penghasilan semakin besar. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa di sebuah
perguruan tinggi swasta Jakarta pernah mengadakan
penelitian dan
menemukan bahwa seorang pengemis di Jakarta rata-rata
mampu mengumpulkan
Rp 500.000 perhari, atau Rp 15 juta perbulan. Bahkan baru-baru ini ada
seorang ibu asal Garut yang mengakui di sebuah media Bandung,
bahwa
dengan menjadi pengemis selama 1 bulan saja, dia telah mampu pulang
kampung dengan membawa Baleno keluaran terbaru yang bernilai 200-an juta
rupiah, plus oleh-oleh untuk keluarga di kampungnya. Sebuah hasil yang
luar biasa. So jangan heran bahwa pekerjaan menjadi primadona banyak
orang yang datang ke kota-kota besar.

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Hanya butuh keahlian menarik hati orang.
4.. Tingkat stress tidak ada
5.. Dapat prioritas pertama dari Pemerintah kalo ada program bantuan
bagi kaum dhuafa.

 

Begitulah. Ada yang mau melamar? Apa? Kenapa? Ya, memang
agak2 doboh…

April Mop?! Kasiiii daahh!!!

Tuesday, April 1st, 2008

Gw kadang berpikir kalo dunia ini gak adil. Khususnya
menyangkut emansisapi wanita. Kenapa harus ada emansisapi wanita kalo gak ada
emansisapi pria?!Kenapa wanita boleh melakukan pekerjaan pria, tapi pria ga
boleh melakukan pekerjaan wanita? Contoh: kenapa wanita boleh gandengan tangan
dengan sesama wanita kalo lagi jalan. Nah, coba kalo cowok gandengan tangan
dengan cowok, pasti langsung mendapat pandangan menghina dari orang2
sekitarnya. Hal2 sepele namun riskan seperti inilah yang hendaknya diteliti dan
dipertimbangkan lagi oleh para pencetus ide eman berubah menjadi sapi.(halah,
apa sih?)

Another complex situation comes when we talk about pregnancy. Yah! Tepat
sekali, para lelaki! Kenapa wanita diberikan cuti hamil, tetapi kaum pria
tidak?!?!?!KENAPA?!
Bukan karena kita bisa ato ga bisa hamil nya. Tapi ini menyangkut kewajiban dan
tugas kita, kaum pria, untuk menjaga sang istri ketika hamil. Iya ga? Bayangin
kalo istri kita lagi hamil, terus tiba2 ngidam bengkoang goreng! Nah, sapa yang
jual?! Ga ada kan?! Harus kita yang bikin!Karena itu, mari kita berjuang, para
lelaki! Mari kita cetuskan emansisapi pria!

Sadar ato ga sadar, hari ini april mop. Dan seperti judulnya, gw ngepel lantai
seharian. Gak lah. Hehe. Dengan penuh birahi dan kreativitas, buka YM, mencoba
mencari korban. Lalu gw terlibat beberapa pembicaraan yang ganteng(baca:gue).

Gue: Dra…(seperti biasa, Andra adalah korban pertama)

Andra: Ape?

Gue: masih inget si etha?

Andra: Etha cantik?

Gue: iya. Gw udah cerita kan kalo dia temennya temen gw?

Andra: iya, udah.

Gue: Kata dia u ganteng. Pengen kenalan dia. (gue aja ogah
kenalan sama u, dra2)

Andra:  huahuahua. Itu
sih udah jelas.

Gue: (setan nih anak, pede gila) Iya. Masa temen gw nyuruh
gw temenin dia ketemuan bareng u. Gw blg aja ga mau.

Andra: huehue..udah nepsong banget tuh dia. Terus, dia
bilang apa lagi?

Gue: dia bilang hari ini april mop…

Kemudian Andra tidak membalas messages gw lagi.

 

Gue: Yolie, barusan gw ngomong sama Ms. Tan

Yolie: Ngomong apa?

Gue: report. Kata dia report u ga bagus. (senyum setan)

Yolie: Hah?! Kenapa emang report gw? Kurang apa?

Gue: Kurang peka..

Yolie: Kurang peka apaan?! U serius?!(sepot jantung)

Gue: serius! (lirik2 muka dia yg bener2 shock kaya belalang
sembah)

Yolie: dia bilang apa?!

Gue: (seperti jawaban buat Andra) U kurang peka kalo hari
ini april mop…

Yolie: setan…

Kemudian Yolie tidak membalas messages gw lagi.

 

Ada beberapa pembicaraan lagi yang tentunya bakal bikin gw ga
tidur malem ini kalo gw tulis. Di antara itu, ada 1 cerita dari dosen gw yang
tadi gw ajak ngobrol setelah gw kerjain juga.

After I pranked her…

Sigit: LOL

Dosen: hahaha. Lucu.

Sigit: hehe..piss, miss.

Dosen: tapi ga separah Mr. A

Sigit: Oya? Why?

Dosen: Yeah, this morning he pranked me like this:

Mr. A:  B, you got a phone call

Dosen: ok! (go to the phone)

Mr. A: (cekikikan).

Dosen: Halo.Halo?gak ada suara.(sejenak
kemudian bt, gara2 ternyata telpnya ga ada kabelnya)

Mr. A: Oh? Not that one. Use this
one. (ngasih pesawat telp laennya)

Dosen: Ok. Halo?Halo?Ko ga ada
suaranya?

Mr. A: (ngakak)

Dosen: (bt, telp ga ada kabelnya
lagi)

Sigit: (ketawa ngakak)

 

Demi confidentiality yang bersangkutan, saya TIDAK akan
bilang ke siapa2 kalo identitas si dosen sebenarnya adalah Ms. Sandy
Darmowinoto, dosen Comp. Graphic and Animation sama netprog kita dulu. Ya! Tidak
akan! Walau diancam sekalipun, saya akan menjaga kerahasiaan identitasnya!!!

 

Happy April Fools Day!