Bisnis Sukses, Duit Ngalir, Gak Pake Modal!
Kemaren pagi gw ke Cikarang, ngurusin sesuatu buat
internship gw. Kejadian seru terjadi pada malam hari, ketika gw dan beberapa
teman gw, Kindy, Peng Chung (yang bermarga Ko), dan Irene. Seperti biasa, nama
asli disamarkan. Ada suatu momen di mana obrolan kita sampe kepada topic
tentang Mulan Jameela dan lagunya, Makhluk Tuhan Paling Seksi. Gw berpendapat
kalo itu lagu rada2 mesum dan mengundang birahi banget. Apalagi pas lirik “ooh,
ooh, ooh, ih, ih…”. C’mon man! That’s freakin’ crazy! Si Ko Peng Chung yang
ahli silit, eh maaf, silat maksudnya, berkomentar tentang aransemennya, “Tapi
si Ahmad Dhani emang bagus ya musikalitas sama aransemennya.” Kita serentak
menyetujui. Kemudian, dengan pede, tanpa perasaan berdosa, berdedikasi tinggi,
dan tampang mirip engko2 yg udah ga boker 3 bulan, dia kentut. Oh, gak ding.
Dia bilang, “Tapi sayang men, dia itu OTODIDAK.” Kita terperangah. Kenapa
omongan dia tiba2 ga nyambung gitu. Tapi karena emang gw piker dia bener2
berkamsud menggunakan kata itu, gw dan Kindy menimpali, “Iya, emang.” Yang
lebih aneh lagi, dia nerusin, “Iya. Liat aja, tokoh idolanya, Bung Karno,
terus, siapa itu pemimpin Nazi?”. Kita terperangah. Lagi. Gw sama Kindy
liat2an. Bingung. Irene angkat HP, berusaha hubungin rumah sakit jiwa terdekat.
Oh, Ko Peng Chung, makan ginseng apakah dikau sampe omonganmu ngalor ngidul
gini? Terus gw Tanya, “Men, hubungannya otodidak sama Bung Karno ama Hitler
apaan men?”. Dia jawab, lagi2 tanpa rasa berdosa, “Oh, kamsud gw OTORITER.” Gw
liat Kindy. Kindy liat gw. Kita ngakak. Hampir dia kita kepet, saking gemesnya.
Tapi karena di situ ada 1 orang cewek, kita urungkan niat kita. Yah, beruntung
namanya bisa masuk di blog gw karena kejadian soblog dia itu.
Bisa dikira2 yg mana yg bernama Ko Peng Chung
Busway, gw barusan liat acara di O’Channel, “Business Art
with Mario Teguh”. Salam super. Sungguh super sekali, teman2 Jakarta yang super
(menirukan gayanya dia). Dari situ gw dapet beberapa inspirasi ilmu. Misalnya,
kenapa alasan orang yg sukses di daerah, ga bisa mengembangkan usahanya ke
skala nasional. Ato mengapa orang yang
mau sukses, harus mengambil inisiatif. Ato mengapa kucing berkaki empat, monyet
berbulu, dan Ko Peng Chung bernama Ko Peng Chung. (Memang kejam apa yang sebuah
fitnah bisa lakukan…hehehe). Dari situ gw jadi teringat sama postingan salah
satu temen gw di milis anak2 PU angkatan gw, Bung Roy. Bukan. Bukan Roy S, tapi
Roy OB(baca: royop). Dia pernah post beberapa bidang pekerjaan baru yang
potensial buat digali sama masyarakat, di kota2 besar khususnya. Gaji gede,
tanpa modal. Check it out!
TUKANG PARKIR
Modal : Nol, yang penting berani malu dan tahu lokasi starategis.
Penghasilan :
Jika diasumsi bahwa :
1.. Parkir mobil : Rp 1,000 / mobil / jam
2.. Parkir motor : Rp 500 / motor/ jam
Maka jika diasumsikan Anda bekerja 8 jam sehari di mana tempat parkir
Anda dapat memuat 20 mobil atau 40 motor, maka Anda akan memperoleh :
8 jam x 20 mobil x Rp 1,000 = Rp 160,000 / hari.
Jika Anda bekerja 26 hari perbulan, maka penghasilan Anda menjadi Rp
160.000 x 26 hari = Rp 4,160.000 / bulan (bebas pajak).
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Jam kerja tidak mengikat
3.. Masih bisa mengerjakan pekerjaan sambilan (jualan rokok di warung)
4.. Tingkat stress rendah
5.. Tidak beresiko. Kalau pun ada (klaim, tuntutan karena kendaraaan
yang diparkir hilang / rusak), tinggal lari saja.
PENGAMEN
Modal : gitar, kencrengan, atau nol sama sekali. Yang penting berani
malu.
Penghasilan :
Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil
angkot mungkin bisa lebih besar. Jika diansumsikan tempat yang dituju
adalah lampu merah dengan durasi 2 menit, dan pendapatan Rp 300 / angkot,
dan bekerja 8 jam, maka :
8 jam x (60 /2 menit) x Rp 300 = Rp 72.000 / hari.
Jika bekerja 26 hari perbulan, maka pemasukan minimum yang diperoleh
adalah : Rp 72.000 x 26 hari = Rp 1.872.000.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.
4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
5.. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen di
tengah jalan ramai.
6.. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat
menyambangi 2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.
TUKANG BERSIH-BERSIH KACA MOBIL
Modal : kain rombeng, pembersih bulu ayam, busa dan sabun detergen
Penghasilan :
Nyaris sama dengan pengamen, malah dapat 3-4 kali lipat, karena dalam
1 durasi lampu lalu lintas, dapat menyambangi 5-10 mobil sekaligus,
tergantung kegesitan kerja.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat.
3.. Tidak butuh keahlian. Yang penting kerja cepat saja.
4.. Hasil kerja bukan tujuan akhir.
5.. Tingkat stress tidak ada.
PENGEMIS
Modal : baju kusut, dekil, dan tidak mandi seminggu. Dan yang terutama :
berani malu!
Penghasilan :
Tergantung kemampuan menarik hati orang. Semakin memelas, maka
penghasilan semakin besar. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa di sebuah
perguruan tinggi swasta Jakarta pernah mengadakan
penelitian dan
menemukan bahwa seorang pengemis di Jakarta rata-rata
mampu mengumpulkan
Rp 500.000 perhari, atau Rp 15 juta perbulan. Bahkan baru-baru ini ada
seorang ibu asal Garut yang mengakui di sebuah media Bandung,
bahwa
dengan menjadi pengemis selama 1 bulan saja, dia telah mampu pulang
kampung dengan membawa Baleno keluaran terbaru yang bernilai 200-an juta
rupiah, plus oleh-oleh untuk keluarga di kampungnya. Sebuah hasil yang
luar biasa. So jangan heran bahwa pekerjaan menjadi primadona banyak
orang yang datang ke kota-kota besar.
Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Hanya butuh keahlian menarik hati orang.
4.. Tingkat stress tidak ada
5.. Dapat prioritas pertama dari Pemerintah kalo ada program bantuan
bagi kaum dhuafa.
Begitulah. Ada yang mau melamar? Apa? Kenapa? Ya, memang
agak2 doboh…

April 6th, 2008 at 12:42 am
trus maksudnya OTORITER apa men??
lanjutin dnk ceritanya..penasaran nh gw ma si ko peng cunk.
April 7th, 2008 at 11:34 am
si andra dudud..
maksudna itu,si dhani otoriter.. yah keras gt deh.. hahaha..
eh ada foto saya di sana?
jadi maluu.. ^^
hehe.
kapan qta 41 lg?
April 7th, 2008 at 9:55 pm
ya maksudnya otoriter terhadap apa dan siapaaaaaa??
April 8th, 2008 at 7:28 am
Selamat, blog anda masuk ke dalam jajaran Friend’s blog of the month kerjaannyagumi.blogspot.com (lihat sisi kanan, di deket perempatan, belok kiri, terus aja ampe lewat pasar, ada kali, nah, pas di plang ‘dilarang boker sembarangan’,belok kanan (klo mo boker dulu jg gpp), lurus aja ampe mentok, beli pisang di warung mbok sukemi di kanan jalan, trus lurus aja ampe kebon, kebon binatang, kupas pisangnya, maem).
Btw,Hadiah anda(foto bareng saya) menyusul, harap bersabar
April 9th, 2008 at 7:12 pm
sasuga ne
keren bang sigit…
wekekeke..barusan baca2 sekilas blog abang..kocak
keren…
ijin nge link ya bro
http://catatanetja.wordpress.com
April 11th, 2008 at 11:49 pm
Waw… gw ga nyangka peluang usaha di jakarta gede bgt ya..
cuma tergantung pada ada ato ganya urat malu!?!
Klo gw baca blog lo…gw jd makin yakin lo ma andra tuh sealiran bgt ya…
Aliran buaya ga penting giman gitu… hahahx Pizzzz….