Bintang Pemberi Makan

November 29th, 2007 by berchmanthegreat

Malam membias cahaya bitnang-bintang ketika sebutir benih ara terbawa angin dan sampai di atas tanah gersang

Dari atas keheningan aku minum dari hujan dan makan dari warna pelangi yang membujur dari titik nol kembali ke tiga enam nol

Sebatang lemah bakal ara menunas dari bijinya yang terhempas angin, menandai 20 detik yang terlewat dengan goresan-goresan tangan di atas tanah

Malam membias cahaya bintang-bintang ketika pohon ara mulai menjulang ke atas, menantang dunia dengan kata-kata

Di titik ini Dia kirim bintang-bintang pemberi makan

Pemberi minum

Pemberi tanda kasih-Mu, bukan?

hepi bersdei…hepi bersdei…hepi bersdei…to me…

November 26th, 2007 by berchmanthegreat

judul di atas itu sebenernya pengen gua nyanyiin, dengan nada dasar do = F#m,..tapi berhubung suara gw lagi turun 1/8 oktaf, jadi gua batalin niat gw, mengingat masih banyak makhluk hidup yang masih pengen mempertahankan eksistensinya di dunia ini…hehehe…

Alkisah semalem gua lagi enak2 berbaring di ranjang dengan celana pendek gua yang seksi..maklum, Jarum jam menunjukkan pukul 12 malem. Lagi ngantuk2nya, dan sudah mulai terlelap dengan binal. Seketika itu…ada suara2 aneh terdengar dari luar rumah..dor..dor..dor…gubrak..gubrak…bukan..bukan..itu bukan suara pintu jatuh gara2 di tembak pake AWP..oh, bukan.apalagi suara kucing. Jelas bukan!

Suara itu adalah suara anak2 komsel gua yang tengah2 malem gono gangguin orang tidur, dan bangunin tetangga serta temen kamar gw yang gak bisa tidur…Kucing2 aja sampe kebangun denger suara2 mereka!
Maka, sesegera mungkin gw buka celana gw. Oh, bukan..bukan mau nunjukin ***** gw biar mereka gak jadi ngerjain gw…gak enak aja kalo gw keluar pake celana super seksi gw, terus anak2 cewek pada teriak2 “ah, sigit!!sigit!!!u seksi banget!!” sambil nyiumin gw.gak banget deh..jadi, gua ganti celana training, dan segera keluar untuk menghadapi makhluk2 nyolot itu…hehehe

Gua pikir gw bakal langsung disirem, diiket di pohon, dikencingin, diceplokin telur, dan diapa2in dengan penuh birahi. Ternyata mereka bawain gw kue, nyanyi hepi bersdei, sama ngasih gw kado…ternyata..dugaan gua selama ini tepat, bahwa gua sangat dicintai sama saudara2 komsel gua..hihihi…hidup komsel!hidup gua!!

rasa sendiri itu mendekatkan kita padaNya

October 25th, 2007 by berchmanthegreat

?Totus tuus ego sum. Kalimat ini gw kenal pertama kali pas buku yang judulnya "Paus Benediktus XVI". Kalimat itu ternyata adalah motto hidupnya Paus Yohanes Paulus II. Dari buku itu, gw belajar kalo untuk pelayan Tuhan yang satu itu, kata2 seperti ‘dahsyat’ dan ‘luar biasa’ tidak cukup untuk mengungkapkan sosok dan pribadinya. Dia bener2 orang yang memegang motto itu sepanjang hidupnya. Ya, "segala diriku untuMu".

Selama beberapa hari kemudian, kata2 itu terngiang2 di benak gw. Totus tuus ego sum. Segala diriku untukMu. Lantas, gua pake kata2 itu, untuk wallpaper desktop gw, welcoming speech di hp, dll. Kenapa? Karena kata2 itu kedengeran keren. That’s all.

However…

In this last 4 days. Just in that short time.

Everything is changed.

Gua lagi sibuk2nya ngurusin persiapan buat misa mudika paroki Cikarang. Everything was going smoothly, until some problems came to me, and really take most of my mind. Masalah2 itu datang tiba2, gak gua sangka2, dan i don’t even know how to solve it! Ngadepin masalah2 itu, gua gak punya siapa2 buat cerita, just like always. So, again, I feel lonely. Di situasi dan kondisi inilah, satu2nya hal yang bantu gw ngelupain masalah2 itu adalah kesibukan2 gw nyiapin misa OMK di gereja. Dari bangun pagi, pulang kuliah, kadang sampe pagi, waktu gua tersita buat persiapan2 itu, ditambah tugas2 kuliah yang gak bisa ditinggalin. Dan menakjubkannya, I feel peace in my heart. I then realize that what I am doing now, is totally for Him, as well as I realize, a thing that I have forgot for a long time: "His love is neverlasting"…

Mungkin ini baru sebuah awal…

mungkin ini adalah sebuah titik balik…

mungkin "totus tuus ego sum" will always be DONE

until the last of my breath…

and the last of my day…

kolor…

September 26th, 2007 by berchmanthegreat

Kenapa manusia harus pake kolor? Pertanyaan filosofis ini yang kemaren malem timbul di benak gw. Lalu kenapa otak sebesar otak udang yang ada di kepala gua ini bisa menghasilkan sebuah pemikiran yang einstein pun gak akan bisa kepikiran? Jawabannya adalah karena gw lagi kehabisan kolor. Yah. Laundry gw belom dateng. Sayangnya, kalo pun laundry gw itu dateng, mbak2 yang biasa nganterin laundryan itu gak bakal ngasih gua pinjem kolor dia. Bukan ding bukan itu. Yang jadi masalah adalah gw gak ngelaundry kolor gw, karena waktu itu kolor gw belum ada yg kotor. hmm. Lucunya, salah satu temen serumah gw juga mengalami kasus serupa. Untungnya, dia ngelaundry kolor dia. Jadi, malem itu dia bisa tenang, karena laundry nya telah diantar. Sedangkan gw? gw masih berkutat dengan pikiran2 gimana caranya mendapatkan gw. Nah, saat kondisi kritis, dinamis, pis, klimis, love, and respect seperti inilah pertanyaan di atas itu timbul. Mengapa kita membutuhkan kolor dalam hidup kita?

Akhirnya, setelah memeras otak, membuang air kecil, membasahi tubuh, dan guling2 di kasur semaleman, yg gua dapetkan: NOTHING.
Yang gua putuskan: biarkan semuanya berjalan sesuai sikontolpanjang. Situasi. Kondisi. Toleransi. Pandangan. dan Jangkauan.

Yah, akhirnya, tidurlah gw.

Besoknya, gw terbangun dengan perasaan menyesal. Kenapa gw gak mencuci kolor2 gw sebelumnya. Kenapa gw gak bikin perencanaan dan planning yang matang mengenai kolor2 gua. Misal, yang pink dipake hari senin, yang ijo muda dipake hari selasa, dst. Tapi apa boleh buat. Nasi sudah menjadi dubur.
Dunia harus tetap berputar. Gua harus tetap melangkah. Kehidupan gua harus terus berlanjut. Kuliah gua harus tetap jalan.

Setelah mandi, gua buka plastik tempat baju2 laundry yang udah diantar semalem. Gua ambil jins gw, dan sebuah baju merah. Dan…sebuah kolor terselip di sana. Alangkah senangnya hati….

putus…

August 29th, 2007 by berchmanthegreat

oh, bukan, om! Judul di atas bukan sebuah deskripsi singkat tentang layangan tali kolor gua yang kemarin putus gara2 ditarik2 si doggie pas lagi dijemur…

Topik kita kali ini adalah “PUTUS”. Sebuah kata yang ditakutin sama temen2 yang lagi menjalin hubungan, baik dengan pacar, maupun dengan kolor…halah!
Ya, intinya beberapa hari ini,..bukan ding, beberapa minggu ini, temen2 gua pada kompakan buat putus sama orang pernah menjadi kesayangannya. Sebut saja Teguh dan Kindy (nama samaran), yang baru-baru ini putus dengan pacar mereka. Entah mengapa, begitu daku pulang ke cikarang, kabar bebek itu terdengar dari salah seorang teman mereka yang juga teman gw…sampai saat ini si bebek masih meminta keterangan lebih lanjut dari narasumber yang tak lain adalah korban pemutusan (baca:teguh dan kindy- nama samaran).

Anehnya, trend putus ini diikuti oleh temen2 smp gw, dan….
dan…
dan…
gw..
iya, gw..
iya!
Hah? Iya bener, gw ga punya cewek.
Gua putus sama hp fren gw..hiks…
eh, udah gw ceritain ya di posting sebelumnya.
kerennya, salah seorang temen smp gw, Handaya, nama samaran, kehilangan hpnya juga. Jatoh pas dia lagi nonton di planet hollywood( dan dari situ gw tau kalo harga HTM di sana murah, cuma ban go, man!).

Nah, ironisnya, sampe detik ini, saat angin berhembus, burung-burung lewat, kecuali punya gw, bulan bersinar, dia belum ngasih tau nyokapnya…yah, mungkin dia takut dapet predikat kaya gua dari nyokap dia(baca posting sebelumnya, klik disini! Bego u, ya gak bisa lah!hehe…).

yah..betapapun menyakitkannya putus, betapa menyedihkannya rasanya berpisah dari sesuatu yang kita sayangi…tapi dunia tetap berputar, kaki kita harus tetap melangkah, titit harus tetap berdiri tegak! weits! sorri, vulgar!hueee….
ya benar! hidup harus tetap berjalan!

Merdeka! Merdeka!

August 18th, 2007 by berchmanthegreat

Cit..cit..cit..(baca:tikus, bukan burung). Bunyi itu ngebangunin sesosok kekar dengan tinggi 183 cm, berwajah tampan, berbudi pekerti baik, jujur, romantik, dan luar biasa (baca:gua) tepat jam 6 pagi. Begitu bangun, 1 kata yang terlintas di benak gua:’MERDEKA’! Ya! Merdeka! Gila luh, udah 65, eh, 63, eh, 62 ding. 62 kan? Tau ah, udah lama negara kita merdeka! Begitu inget kata itu, jiwa nasionalis gua langsung memaksa (iya, memaksa) tangan gua untuk mengambil hape. Dengan kesungguhan hati, ketulusan dari lubuk jantung terdalam, cieh, gua tulis:
Indonesia, merah darahku, putih tulangku, bersatu dalam semangatmu,.,Met hari kemerdekaan!!!mari kita bangkit bersama sebagai generasi muda yang berkualitas dan berintegritas tinggi, demi terwujudnya Indonesia baru yang lebih baik dalam segala aspek…

Iya, gua tau, kata-kata gua emang menggugah, menggelora, penuh gairah, aahh!! Terus, dengan keyakinan teguh, gua tekan tombol ‘send’ ke nomor-nomor yang udah gw tulis. Dan, hasilnya cukup mengejutkan, man! Dari 13 orang yang gua kirimin sms, Cuma 4 orang yang membalas jiwa nasionalis gua! Dari 13, cuma 4! Sekali lagi, cuma 4! Tapi gua bersyukur, masih ada muda-mudi yang masih dipenuhi semangat merdeka menyongsong pembangunan…

Eniwei, hari konyol gua dimulai dari pagi hari, ketika gua nonton upacara bendera di tivi. Pas komandan upacara teriak: “Hormat senjataaaaaaa…….. Garuk (grauk, maksudnya)!”, otak iseng gua tiba-tiba bekerja, dan sebuah ide brilian terlintas di pikiran gua. Berikut ini adalah tergambar di otak gua: Si komandan bilang “Hormat senjataaaaaa……Garuk!”. Terus, bapak Presiden bilang, “Tinggian dong”. Terus, si komandan teriak lagi “Hormat senjataaaaaaaa….Garuk!”, kali ini dia teriak dengan suara tinggi, mirip-mirip seriosa. Lalu tiba-tiba pak Presiden bilang lagi: Hexos, memang tiada duanya!
Gua langsung ketawa terbahak-bahak. Orang laen yang liat gua tanpa bisa membaca pikiran gua pasti menganggap gua orang yang humoris abis, ketawa tiba-tiba tanpa sebab, seperti nyokap gua yang lewat, terus mencet telpon, beberapa detik kemudian dia bilang, “Papi, anak kita jadi gila…”
Selese upacara, di tivi muncul video klip yang lagunya:
Biar saja ku tak sehebat matahari
Tapi slalu kucoba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegar batu karang
Tapi slalu kucoba tuk melindungimu
Biar saja ku tak seharumbunga mawar
Tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu
Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi slalu kucoba tuk mengindahkanmu …

Seketika itu juga badan gua bergetar. Bukan, bukan karena terharu, tapi gua kebelet pipis. Dari pagi gua belom ke pipis. However, that’s a really damn good song! Setiap gua denger tuh lagu, ga pernah bosen gua. Faktanya, bangga gua jadi orang Indonesia, apalagi yang setampan gua. Tuh lagu bener-bener bikin merinding, man; mengobarkan semangat nasionalisme. Makanya, jiwa-jiwa muda Indonesia, ayo kita bangkit, melakukan yang kita bisa demi berkembang, maju, dan lepas landasnya Indonesia yang kita cintai ini! Uoh!

Hapeku sayang, hapeku malang…

August 18th, 2007 by berchmanthegreat

Alkisah gua baru pulang dari Cikarang, dalam rangka pulang (iyah, gua tau ini rada maksa). Gua pulang naek bis damri, bermaksud turun di bandara, terus minta pulang bareng papih tercinta. Sesampainya gua di bandara, papih belom pulang kerja. Jadi, menunggulah gua di bandara. Waktu itu gua menggendong ransel hitam rada besar, yang bukan berisi anjing beserta anak2nya yang orang sembunyiin pas di dalem pesawat. Ransel gua ini isinya baju, sepatu, lengkeng 1 kilo yang udah gua makan sebagian, buku-buku, kaus kaki, topi, dan kolor. Karena tuh ransel berat, gua berniat naro ransel itu di bangku samping gua duduk. Tangan kanan gua megang hp fren yang abis gua pake buat nelp bokap. Karena agak mengganggu, tuh hape gua taro di bangku, di sebelah kanan gua. Terus, karena kemampua otak gua yang pas-pasan, ransel gua lepas gitu aja, gua taro di sebelah kanan gua. Sekali lagi, sebelah kanan gua. Terus, hape fren yang gua dulu gua beli setelah mendengar nyanyian nyokap gara-gara kemahalan (baca:diomelin), terlupakan gitu aja.

Beberapa menit kemudian, seorang ibu-ibu duduk di kanan gua. Gua noleh, eh, dia lagi lirik-lirik ke ransel gua. Spontan gua pasang tampang mirip bulldog lagi menggeram. Rrrrr..!!! Ibu itu nengok ke depan. Gua lirik dia lagi, ibu itu lagi lirik tas gua lagi,gua pasang tampang bulldog. Rrrr…!!Ibu itu ngengok ke depan. Dalam hati gua bilang: “Gila, ransel gua lebih ganteng dari yang punya”. Setidaknya, itulah yang mungkin ada di pikiran si ibu tukang lirik yang berusia kurang lebih 40an.

Enggak lama kemudian, tuh ibu beranjak, naek ke bis damri. Gua diem. 1 menit. 2 menit.3 menit. Gua megang paha gua, ngerasain ada yang aneh. Gua pegang saku jin kanan gua, hp gsm gua. Gua pegang saku kiri gua, kosong. Gua masukkin tangan ke kantong itu, kosong. Gua mikir. Secepat kilat gua angkat ransel gua. Kosong. Mata gua melotot. Mulut gua nganga. Lidah keluar. Enggak, enggak seekstrim itu kok. Intinya, gua kaget. Hape gua ilang! Udah gua cari-cari di ransel, di kantong celana, baju, dll, gak ada. Akhirnya, dengan rasa sesal gua memutuskan hubungan gua dengan si hape. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi dubur.
Sampe rumah, gua cerita ke nyokap dan bokap. Mereka dengan efektif dan efisien serentak bilang: Bego.

ding..ding..ding..ding..pintu teater 1 susah dibuka…

July 23rd, 2007 by berchmanthegreat

Pernahkah terbayang dibenak loe semua situasi kaya gini:
Loe lagi libur kenaikan tingkat, dari bulan juni, sampe akhir september (benar2 cara yang efektif buat bi kin seorang mahasiswa kaya gua untuk kehilangan otak gua yang udah tinggal 1/3 dari lahir.hya!).
Ketika u mengharapkan bisa menikmati liburan u dengan tenang dirumah, berkumpul bersama keluarga, u dapet berita bagus (pake majas ironi-red): “Papi sama mami mau pulang ke Purworejo naek bis, kurang lebih 1 minggu”. Oh!Wuoh! Bagaikan seorang Bret Pit minum extravaganza, eh salah, extrajoss maksudnya, gua dengan gagahnya sendirian dirumah, seminggu, bersama kecoa2 yang tersebar dengan sempurna di segala penjuru rumah gua…

Dan tibalah waktu yang ditentukan. Nyokap dan bokap melangkah pasti. Tanpa ragu. Tanpa menengok ke belakang. Ke anaknya yang udah nganterin mereka, duduk di mobil, muter balik dari pool bis buat pulang ke rumah dengan otak dipenuhin pikiran betapa kesepiannya dia di rumah. Huiks..
Busway (eniwei-red), ternyata kesepian gua itu hanya bayangan semata, man. Pucuk dicinta apa daya tangan tak sampai (iyeh, gua juga tau ini gak nyambung). Disaat gua lagi kesepian, temen2 gua berkumpul. Memang, tak ada yang lebih indah dari makan pisang molen Karlina (yang dibeliin nyokap gua di pasar deket rumah) sambil nonton b*k*p. Kagak, yang ini salah kok. Memang, tak ada yang lebih indah dari reunian bareng temen2 esempe dulu.

Petualangan dimulai dari saat 3 orang cowok luar biasa (gak normal-red) merencanakan buat nonton hari poter and the order of keripiks. Rencana sudah disusun jauh2 hari setelah kita menjenguk satu orang makhluk berjenis kelamin betina (salah satu temen kita juga-red) yang tergeletak, terbaring, pasrah, tak berdaya (uoh!) di rumah sakit karena diserempet sebuah mobil ketika ia sedang naek motor. 4 hari setelah pelm yang dimaksud terbit, kita mewujudkan rencana. Rombongan terdiri dari 1 orang cowok sok mirip Co Yun Fat yang kalo ketawa ditahan2, 1 orang cowok yang mirip Daniel Radcliff (kalo diliat dari patung selamat datang pake sedotan akua gelas), 1 orang cewek yang di hari libur pun masih sibuk ngurusin buka2an rumah (open house-red), 1 orang cewek yang berjalan masih terpincang2 (dia-yang-baru-saja-kecelakaan), dan 1 orang cowok keren, tinggi, ganteng, ramah, baik, bijaksana (baca:gue).

Dengan menumpang sebuah kendaraan berplat B 2505 NH (mobil gue-red), dengan mantabh kita melaju di atas jalanan cengkareng, menuju sebuah mall terkenal di daerah kita: PIM. Bukan, bukan PIM yang itu. Ini Puri Indah Mall. Disingkat PIM. Huee…

Rasa kuatir sudah mengancam sebenarnya. Kita takut gak dapet tiket. Apalagi seorang dari kita mengompor2i kalo dia pernah mengalami kejadian serupa: ngantri dari jam 10, dapet tiket jam 3. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi dubur, kita tetap berjalan. Sambil melantunkan doa Novena, sambil bersorak2 bernyanyi lagu2 Gereja, jalanan kita lalui.

Sesampainya kita di parkiran, satu kalimat buat temen gua yang sebelumnya memprediksi hal buruk yang akan terjadi : “Gila, prediksi u hebat banget, Man, 100% akurat”. Perlu kalian ketahui, gua adalah pencinta sekte yang mengagungkan majas ironi. Intinya: tuh mall sepi banget, Man!!!Jangan kan ngantri, ktia malah masih sempet bantuin mas2 di 21 buat ngepel, nyalain lampu, sama bukain pintu!Iya, gua tau ini boong kok.
Sebelum nonton, kita pergi ke Hero. Hmm..Jangan Tanya gua kenapa dinamain gitu. Apa karena para pahlawan kita jaman dulu menitiskan diri jadi dirutnya swalayan itu? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu. ^_^!
Kita berencana beli snake, salah, snack, terus dimasukin ke tas temen gua yang cewek. Secara tas dia udah kaya tas plastic yang dikasih mbak2 yang jagain toko kalo lo mau belanja baju (gede banget-red). Alex ngambil sebungkus kacang dengan sebotol minuman. Bandai mengambil sebungkus snack, 2 bungkus biscuit, dan sekaleng pocari. Lita mengambil sebungkus snack, sebotol air mineral, dan sebungkus mentos. Suwanny mengambil snack2 yang logikanya cukup kecil buat dimasukkan ke dalam tasnya. Dan gua, mengambil sebungkus piatos sapi panggang, sebungkus piatos rasa barbeque, sebotol green tea, sebungkus chitato, sebungkus chitos, dan sebungkus sutra. Ups, yang terakhir gak kok! Gua Cuma beli dua bungkus piatos dan sebotol green tea. Semua belanjaan kita bakal dimasukin ke kantong, sori, ke tas nya suwanny. Kita antri di kasir. Kita bayar. Kita melangkah sedikit. Kita berkumpul, dan berusaha memasukkan semuanya ke tasnya suwanny. Beberapa menit kemudian suwanny berkata, dengan tegas, penuh gairah: “Lo semua idiot!”. Dan, tali tasnya putus. Sekali lagi, tali tas nya putus. Lagi, biar seru, tali tasnya putus. Hhh…

Akhirnya sampailah kita di dalem bioskop. Gelap, penuh kursi. Di dalam bioskop itu, gua belajar bahasa inggris dengan efektif. Di situ gua dipaksa membuang jauh2 paradigma gua yang telah gua ukir dari SD tentang arti dari Coming soon = segera datang/tiba, menjadi coming soon = segera di bioskop ini. Aneh…
Gak ada yang terlalu menarik pas nonton, hanya ada suara kresek2 suara bungkus snack kita, sandal handaya yang kelempar ke bawah kursi didepannya (gua tendang-red), pertanyaan2 bodoh dari gua tentang tokoh2 di pelm yang disambut teriakan “Sst” ato “berisik” dari suwanny dan lita, dan suara kentut Alex dan Handaya yang bersamaan saat klimaks.

Selesai nonton kita makan. Gua ngasih opsi: Platinum. Bandai milih A&W, Suwanny dan Lita bilang: KFC. Gua bilang, “Jangan KFC”. Akhirnya kita muter2. Handaya tetap beli root beer di A&W, alex jalan sama gua nyari resto lewat jalur kiri. Lita dan suwanny lewat jalur kanan. Gua sama Alex sampe ke tengah. Lita dan Suwanny sampe ke tengah. Mereka jalan kejalur kiri. Gua sama Alex balik lagi ke jalur kiri. Kita stop. Di depan terpampang: KFC. Gua bilang: “Indah sekali jalan2 gua hari ini…”

Nyanyian di Atas Teras

July 4th, 2007 by berchmanthegreat

Aku selalu berbaring di teras itu
Memandangi beludru hitam

Angin masih berhembus dari Woyla
Meniup seribu satu sendu
Seribu satu bintang

Aku selalu berbaring di teras itu
Mendengar dongeng-dongeng hangat
tentang kisah cinderella dan pangeran

Angin sudah berhenti
Tapi mendung masih menggelayut
Dan beludru tetap hitam

ffiuuhh…satu lagi koleksi puisi gw…:)

statistik..oh statistik…

April 20th, 2007 by berchmanthegreat

Sesuai prediksi dan ramalan yang gua lakukan pada Sabtu Wahing, bulan penuh, yang lalu, akhirnya tergenapilah kenyataan bahwa nilai statistik gua ancur bangget! 44 out of 100! Gua ulang, 44 out of 100. Sekali lagi 44 out of 100!!! Dan semakin terbuktilah kemampuan otak gua yang pas2an. Di saat yang laen dapet 82, 84, 86, 91, bahkan 93, gua malah dengan berbaik hati membiarkan nilai gua dibagi 2, hehehe…
Fine…fine!
Btw, kemaren ada perayaan dan service paskah di kampus gua. Alkisah, kotbah si pendeta itu tentang kemenangan. Nah, di tengah2 kotbah, diingatkanlah gua kalau setiap masalah hidup gua itu, kemenangan udah dikasih sama Tuhan. tinggal kita raih dan ambil. Akhirnya…akhirnya..sekali lagi..akhirnya…tersadarkanlah gua kalau nilai statistik 44 itu bukan apa2! Dari segitu gua pasti bisa!Pasti bisa buat dapet nilai lebih jelek lagi! hue?!gak lah! maksud gua, 3 kali lipat, bukan 4 kali lipat lebih tinggi pun gua pasti mampu!Amen! *Tuhan..bantuin yah…:p*
Okeh! Jadi, bertekadlah gua buat mati2an buat final exam nanti! Mari kita bersama-sama membasmi kebodohan, berperang melawan kemiskinan, dalam rangka pembangunan yang berkesinambungan berdasar Pancasila dan UUD ‘45, mengangkat derajat bangsa dan negara untuk menjadi bangsa yang siap tinggal landas di tengah-tengah masyarakat dunia, agar terciptanya bangsa, negara, dan dunia tempat kehidupan yang penuh damai, sukacita, aman, adil, tenteram, sejahtera di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, sekarang, sampai segala masa!amin!!!!!!!amin!!!!amin!!!!!